Ringkasan Khotbah Ibadah Remaja
Hari Sabtu, 9 April
2016
Pdt. Pestaria Happy Samosir, M. Th
Apakah
kita bisa menjadi sahabat yang baik bagi sahabat kita?
Sahabat
yang baik adalah sahabat yang memiliki kasih. Kasih dapat diwujudkan dalam
bentuk perhatian kita kepada sahabat kita. Contoh: kita semua pasti memiliki
handphone/gadget, maka gunakan handphone/gadget yang kita miliki untuk
menunjukkan perhatian kita kepada sahabat/teman kita misalnya dengan
mengingatkan sahabat/teman kita untuk dating beribadah di gereja.
Sahabat
yang sejati itu seperti apa?
·
Sahabat sejati itu adalah sahabat yang
menaruh kasih di setiap waktu, tidak hanya sekali-sekali. (Amsal 17:17a).
·
Sahabat sejati adalah sahabat yang
selalu ada bagi kita, sekalipun kita dalam masa sukar. (Amsal 17:17b).
Orangtua kita, kakak dan adik kita bisa menjadi
sahabat kita. Tetapi jika ada orang diluar keluarga kita yang peduli terhadap
kita dalam masa sukar, itulah sahabat sejati.
Pribadi
yang patut kita teladani sebagai sahabat yang sejati adalah Yesus. Yesus selalu
ada bagi kita kapanpun kita perlukan, dimanapun kita berada, dalam kondisi
apapun, bahkan Yesus rela memberikan hidupnya bagi kita.
Ternyata,
selain sahabat sejati ada juga teman yang dapat mendatangkan kecelakaan bagi
kita (Amsal 18:24a). Mendatangkan kecelakaan maksudnya membawa kita kedalam
hal-hal yang tidak benar. Itu menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa menjadi
sahabat kita, tetapi bukan berarti kita menjadi orang yang suka pilih-pilih
teman. Hanya saja kita harus berhati-hati dalam memilih teman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar