Rabu, 21 September 2016

“KAU TEMANKU, AKU TEMANMU” Part 1 (Amsal 17:17 , Amsal 18:24)

Ringkasan Khotbah Ibadah Remaja 
Hari Sabtu, 9 April 2016
Pdt. Pestaria Happy Samosir, M. Th


Apakah kita bisa menjadi sahabat yang baik bagi sahabat kita?
Sahabat yang baik adalah sahabat yang memiliki kasih. Kasih dapat diwujudkan dalam bentuk perhatian kita kepada sahabat kita. Contoh: kita semua pasti memiliki handphone/gadget, maka gunakan handphone/gadget yang kita miliki untuk menunjukkan perhatian kita kepada sahabat/teman kita misalnya dengan mengingatkan sahabat/teman kita untuk dating beribadah di gereja.
Sahabat yang sejati itu seperti apa?
·        Sahabat sejati itu adalah sahabat yang menaruh kasih di setiap waktu, tidak hanya sekali-sekali. (Amsal 17:17a).
·        Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu ada bagi kita, sekalipun kita dalam masa sukar. (Amsal 17:17b).
Orangtua kita, kakak dan adik kita bisa menjadi sahabat kita. Tetapi jika ada orang diluar keluarga kita yang peduli terhadap kita dalam masa sukar, itulah sahabat sejati.
Pribadi yang patut kita teladani sebagai sahabat yang sejati adalah Yesus. Yesus selalu ada bagi kita kapanpun kita perlukan, dimanapun kita berada, dalam kondisi apapun, bahkan Yesus rela memberikan hidupnya bagi kita.

Ternyata, selain sahabat sejati ada juga teman yang dapat mendatangkan kecelakaan bagi kita (Amsal 18:24a). Mendatangkan kecelakaan maksudnya membawa kita kedalam hal-hal yang tidak benar. Itu menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa menjadi sahabat kita, tetapi bukan berarti kita menjadi orang yang suka pilih-pilih teman. Hanya saja kita harus berhati-hati dalam memilih teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar