Rabu, 21 September 2016

“INTEGRITAS DAN KERENDAHAN HATI” (Daniel 3:17-18)

Ringkasan Khotbah di Ibadah Gabungan Remaja-Pemuda GPdI "Ekklesia" Jember
Sabtu, 9 Juli 2016
 Oleh Bpk. Gunawan (Ketua Pemuda "Ekklesia" Jember)


Apa sih integritas itu? Integritas adalah kejujuran yang utuh, suatu bentuk ketaatan yang sempurna atas aturan atau keputusan yang telah dibuat atau telah ada.
Mari kita belajar integritas dari tokoh yang terdapat dalam alkitab yakni Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego memiliki integritas yang patut kita teladani. Ketika Raja Nebukadnezar mengeluarkan perintah agar seluruh rakyatnya, semua orang di wilayah Babel untuk menyembah patung yang Raja Nebukadnezar dirikan, mereka tidak taat akan perintah Raja Nebukadnezar tersebut. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap pada integritasnya bahwa yang boleh disembah dany satu-satunya disembah Allah mereka, Allah yang hidup, bukan patung (ay. 17-18). Sekalipun mereka tahu apa akibatnya apabila mereka menolak taat pada perintah Raja Nebukadnezar, mereka tetap memegang integritasnya sebagai anak Tuhan. Ketaatan mereka tidak sia-sia, ketika mereka dimasukkan kedalam perapian yang menyala-nyala yang panasnya sudah dibuat tujuh kali lipat lebih panas, mereka tidak mengalami kepanasan atau luka bakar sedikitpun, Allah menolong mereka.
Mari kita sebagai pemuda-remaja yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus tetap memiliki integritas sekalipun dalam keadaan terdesak, tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Jadikan Firman Tuhan sebagai standar hidup kita, sebagai pedoman dan tolak ukur dalam kita bertindak.
Lalu selanjutnya, mari kita belajar dari pribadi yang patut kita teladani, yang memiliki integritas dan kerendahan hati yang tidak dimiliki oleh manusia. Pribadi tersebut adalah Tuhan kita Yesus Kristus (Flp. 2:5-11). Tuhan Yesus figur yang patut kita teladani, sebab Ia yang adalah Allah rela datang ke dunia, dilahirkan dalam keadaan yang sungguh amat hina, dan ia tetap menjaga integritasnya untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dari dosa. Ia tidak berontak ketika Ia harus disalibkan padahal jika Ia mau Ia bisa melepaskan diriNya.
Mari pemuda-remaja, kita hidup berstandarkan Firman Tuhan, tetap menjaga integritas yang kita pegang dalam keadaan apapun, dan tetap miliki kerendahan hati seperti Tuhan Yesus Kristus.

 Tuhan Yesus memberkati 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar