Jumat, 02 Desember 2016

Ringkasan Khotbah Reborn: HEART OF A SERVANT

Ringkasan Khotbah Reborn: HEART OF A SERVANT: Ringkasan Khotbah di Ibadah Puncak Perayaan HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember oleh Pdt. Doni Heryanto, M.Th. 1 KORINTUS 2:1-2 HEAR...

Ringkasan Khotbah Reborn: I AM ONE, BUT VARIOUS KIND

Ringkasan Khotbah Reborn: I AM ONE, BUT VARIOUS KIND: Ringkasan Khotbah di Ibadah HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember Hari Sabtu, 19 November 2016 oleh Ketua Remaja, Pacel Zacharias, S.Th. ...

Ringkasan Khotbah Reborn: THE PRICE MUST YOU PAY: “HARGA YANG HARUS DIBAYAR ...

Ringkasan Khotbah Reborn: THE PRICE MUST YOU PAY: “HARGA YANG HARUS DIBAYAR ...: Ringkasan Khotbah di Ibadah HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember Hari Sabtu, 12 November 2016 oleh Pdt. Lies Soriton. THE PRICE MUST...

Ringkasan Khotbah Reborn: LET YOU KNOW ABOUT ME: “PELAYANAN KRISTEN MENURUT ...

Ringkasan Khotbah Reborn: LET YOU KNOW ABOUT ME: “PELAYANAN KRISTEN MENURUT ...: Ringkasan Khotbah di Ibadah HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember Hari Sabtu, 5 November 2016 oleh Pdt. Murni Hermawaty Sitanggang, M.Th. ...

HEART OF A SERVANT

Ringkasan Khotbah di Ibadah Puncak Perayaan HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember oleh Pdt. Doni Heryanto, M.Th.
1 KORINTUS 2:1-2
HEART OF A SERVANT
Apa yang dimaksud dengan hati hamba? Apa yang dimaksud dengan hamba?
-          Hati hamba adalah hati Yesus (Flp. 2:5-11), hati yang rendah, taat, mengasihi Bapa.
-          Hati hamba adalah hati yang mau melakukan kehendak Allah.
Menjadi pelayan Kristus adalah sesuatu yang “wow”, sesuatu yang keren dan hati hamba sangat diperkenan oleh Tuhan Yesus. Orang yang memiliki hati hamba akan dimahkotai kemuliaan. Tidak semua orang yang mengaku percaya kepada Yesus, memiliki hati hamba.
Mengapa kita harus memiliki hati hamba?
1.      Sebab semua kita orang percaya, pengikut Kristus adalah hamba Tuhan. Hamba Tuhan bukan hanya pendeta, pengerja, guru agama, mahasiswa/I theologi. Supaya pengakuan sebagai hamba Tuhan tidak sekedar menjadi pengakuan saja, maka kita harus membuktikan atau menunjukkannya melalui hati hamba yang sudah seharusnya kita miliki. Sebelum kita menjadi hamba Tuhan, kita adalah hamba dosa (Rm. 6:17-22). Jangan sampai kita mengaku sebagai hamba Allah tetapi tidak mau taat dan bayar harga.
2.      Karena semua orang percaya harus melayani Tuhan. Tanpa hati hamba, tidak mungkin kita melayani Tuhan. Kita harus melayani Tuhan karena kita adalah propertiNya, kita telah dibeli dengan lunas (1 Kor. 6:20, 7:23). Kita tidak punya hak lagi atas diri kita. Dalam budaya Yunani Kuno, hamba/budak yang sudah dibeli tidak punya hak atas dirinya. Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk Tuhan. Allah kita adalah Allah yang baik, yang selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Lakukanlah segala sesuatu yang baik untuk kemuliaan Allah (1 Kor. 10:31). Tuhan mau kita mempersembahkan seluruh hidup kita untuk Tuhan (Rm. 12:1). Jika kita melakukan itu semua, maka kita akan menerima janji-janji Allah.
Memiliki hati hamba dibutuhkan komitmen, tidak datang dengan tiba-tiba. Agar memiliki hati hamba, kita harus sadar bahwa kita ini adalah hamba Tuhan (1 Kor. 4:1), kita harus sadar akan karunia yang kita miliki, sadar akan tugas/bagian kita (Rm. 12:4-8). Jika kita sudah sadar, maka kita harus mengerjakan karunia kita, tugas/bagian kita. Menjadi hamba Tuhan harus dapat  dipercaya (1 Kor. 4:2).
Kesimpulan:
Mari, miliki hati hamba dan tunjukkan melalui sikap hidup kita yang taat akan kehendak Allah, mengasihi Allah, setia dalam melayani Tuhan sesuai dengan karunia yang kita miliki, melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Allah, dan satu hal lagi, kita harus menjadi pribadi/hamba Tuhan yang dapat dipercaya.

^_^ Tuhan Yesus memberkati^_^

I AM ONE, BUT VARIOUS KIND

Ringkasan Khotbah di Ibadah HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember Hari Sabtu, 19 November 2016 oleh Ketua Remaja, Pacel Zacharias, S.Th.

I AM ONE, BUT VARIOUS KIND

1 Korintus 12:1-11, Tuhan memberikan karunia rohani dan karunia pelayanan kepada setiap orang. Tidak ada orang yang tidak memiliki karunia rohani dan karunia pelayanan. Yang ada adalah, orang yang tidak atau belum menemukan karunia tersebut. Mari kita menemukan apa karunia kita supaya dapat membangun gereja Tuhan. Kita semua memiliki panggilan yang sama, yaitu panggilan untuk menjadi pelayan Tuhan.
Allah mengerjakan karunia-karunia bagi kita semua, bagi semua orang. Kita semua harus memiliki potensi untuk melayani Tuhan. Sebagai orang yang melayani Tuhan, kita harus memahami beberapa hal, diantaranya adalah:

1.      Pentingnya ibadah.
Sebagai pelayan Tuhan, kita harus menyadari bahwa ibadah itu penting. Yesus yang menjadi pusat ibadah saja menghargai ibadah (Luk. 2:42-52). Kita perlu meneladani Tuhan Yesus. Bukti bahwa kita menghargai ibadah adalah dengan tidak ngobrol sendiri saat Firman Tuhan disampaikan, tidak bermain-main saat ibadah, dan lain sebagainya.

2.      Bidang-bidang pelayanan.
Sebagai pelayan Tuhan, kita perlu mengetahui bahwa pelayanan itu ada pelayanan ke luar dan pelayanan ke dalam. Pelayanan ke dalam tentu kita sudah banyak tahu apa saja contohnya (seperti: menjadi WL, pemain musik, penerima jemaat, pengantar jemaat, pemain tamborin, dan lain sebagainya.). Pelayanan ke luar  contohnya adalah visitasi, kunjungan ke panti asuhan, melakukan bakti sosial, melakukan kunjungan ke panti rehabilitasi atau penjara, dan lain sebagainya. Pelayanan yang sehat adalah pelayanan yang dilakukan di dalam dan di luar.

3.      Etika pelayanan.
Menjadi pelayan Tuhan tidak boleh sembarangan, kita harus tahu etika dalam melayani Tuhan. Dalam melayani, kita harus bisa bertanggungjawab, taat, sopan, Disiplin, setia, mampu mengelola waktu dengan baik, memiliki skala prioritas (apa yang harus kita utamakan), bisa menghargai orang lain.

4.      Talenta (Mat. 25:14-30).
Setiap orang memiliki talenta yang berbeda-beda. Kita harus mengembangkan talenta yang kita miliki dan menggunakannya untuk melayani Tuhan.


Kesimpulan:
Kita telah mengetahui apa yang perlu kita ketahui sebagai pelayan Tuhan, apakah kita mau memakai talenta yang kita miliki untuk melayani Tuhan? Maukah kita berkorban (baik dalam bentuk tenaga, waktu, materi, pikiran, perasaan.) bagi Tuhan?
Biarlah semuanya itu menjadi renungan dalam hidup kita.

^_^ Tuhan Yesus memberkati ^_^

THE PRICE MUST YOU PAY: “HARGA YANG HARUS DIBAYAR DALAM PELAYANAN KRISTEN”

Ringkasan Khotbah di Ibadah HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember Hari Sabtu, 12 November 2016 oleh Pdt. Lies Soriton.
THE PRICE MUST YOU PAY
“HARGA YANG HARUS DIBAYAR DALAM PELAYANAN KRISTEN”
(ROMA 12:1,6-9)
Tuhan Yesus memberikan kepada setiap orang karunia-karunia yang berlainan. Kita bertanggungjawab untuk melakukan pelayanan sesuai dengan karunia yang kita miliki.
Kita harus menemukan dan mengembangkan karunia-karunia kita. Harus ada harga yang kita bayar. (ay.1) Melayani Tuhan perlu pengorbanan. Persembahkan tubuh kita untuk dipakai Tuhan dan tinggalkan segala dosa.
Kita harus menemuka karunia rohani apa yang kita miliki. 
Karunia rohani:
1.       Karunia Pelayanan (Efesus 4:11) – berguna untuk menyatakan rencana Allah yang Agung.
Jabatan-jabatan yang Allah berikan antara lain: rasul, nabi, penginjil, gembala, guru.
a.       Rasul – bisa mencakup semua karunia yang Tuhan berikan.
Rasul diibaratkan sebagai ibu jari. Ibu jari adalah jari yang dapat menyentuh jari-jari yang lain. Rasul dipakai oleh Tuhan dengan berbagai macam karunia.
b.      Nabi – penyambung lidah, tugas dan tanggungjawabnya adalah menyampaikan Firman Tuhan.
Nabi diibaratkan sebagai jari telunjuk. Jari telunjuk biasa digunakan untuk menunjuk. Nabi mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk menegur, menasihati orang yang tidak hidup seturut kehendak Tuhan dan menunjukkan jalan yang benar yang harus dilalui oleh setiap orang.
c.       Penginjil – dipanggil untuk menjadi saksi Yesus.
Penginjil diibaratkan sebagai jari tengah. Jari tengah adalah jari yang menjadi pusat perhatian karena posisinya yang berada di tengah dan ukurannya yang paling panjang dibanding dengan jari-jari lainnya. Penginjil mendapat perhatian banyak orang karena menyaksikan tentang Tuhan Yesus.
d.      Gembala – mengemban tugas menggembalakan jiwa-jiwa.
Gembala diibaratkan sebagai jari manis. Jari manis biasa dipakaikan cincin pernikahan. Gembala menikah dengan gereja, dipersatukan dengan gereja.
e.      Guru – meletakkan dasar iman, suka belajar.
Guru diibaratkan sebagai jari kelingking. Jari kelingking tampak kecil, namun dapat menjangkau bagian-bagian sempit. Guru (Pendidikan Agama Kristen)  mungkin dianggap jabatan yang biasa-biasa saja, namun melalui seorang guru (Pendidikan Agama Kristen) kita belajar sesuatu, kita dapat mengenal Yesus sehingga kita memiliki iman dan pengharapan di dalam-Nya.

2.       Karunia pernyataan (1 Korintus 12-4-11) –perkataan, kuasa, pemwahyuan.
a.       Perkataan – nubuat (berbahasa roh, menafsirkan bahasa roh dengan tujuan untuk membangun, dsb.)
b.      Kuasa – mengerjakan sesuatu (iman khusus, karunia untuk menyembuhkan, dsb.)
c.       Pemwahyuan – kata-kata hikmat, kata-kata yang benar dan tidak menyimpang, kemaampuan untuk membedakan berbagai roh.

·         Bagaimana cara mengetahui karunia kita?
a.       Mengikuti pogram pelatihan.
b.      Melayani bersama orang yang sudah berpengalaman.
c.       Mencoba semua jenis/bentuk pelayanan.
d.      Semangat terus dalam melayani Tuhan sesuai dengan kemampuan.
e.      Tidak menyerah atas suatu kegagalan.
f.        Minta pendapat orang yang dewasa rohaninya.

Semangat pelayanan kita terletak pada contoh/teladan Tuhan Yesus.
-          Sikap rela berkorban (Flp. 2:5-9).
-          Sikap rendah hati (Mrk. 10:45).
-          Taat dan setia.
-          Tidak mendendam (Luk.23:34).
Kesimpulan:
Dalam melayani Tuhan – dibutuhkan pengorbanan dalam bentuk apapun, kita perlu mengetahui karunia apa yang kita miliki, harus memiliki sikap rela berkorban, rendah hati, taat dan setia, tidak mendendam (meneladani Tuhan Yesus).

^_^ Tuhan Yesus memberkati ^_^