Ringkasan
Khotbah di Ibadah Puncak Perayaan HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember oleh
Pdt. Doni Heryanto, M.Th.
HEART OF A SERVANT
Apa yang
dimaksud dengan hati hamba? Apa yang dimaksud dengan hamba?
-
Hati
hamba adalah hati Yesus (Flp. 2:5-11), hati yang rendah, taat, mengasihi Bapa.
-
Hati
hamba adalah hati yang mau melakukan kehendak Allah.
Menjadi pelayan
Kristus adalah sesuatu yang “wow”, sesuatu yang keren dan hati hamba sangat
diperkenan oleh Tuhan Yesus. Orang yang memiliki hati hamba akan dimahkotai
kemuliaan. Tidak semua orang yang mengaku percaya kepada Yesus, memiliki hati
hamba.
Mengapa kita
harus memiliki hati hamba?
1.
Sebab
semua kita orang percaya, pengikut Kristus adalah hamba Tuhan. Hamba Tuhan
bukan hanya pendeta, pengerja, guru agama, mahasiswa/I theologi. Supaya pengakuan
sebagai hamba Tuhan tidak sekedar menjadi pengakuan saja, maka kita harus
membuktikan atau menunjukkannya melalui hati hamba yang sudah seharusnya kita
miliki. Sebelum kita menjadi hamba Tuhan, kita adalah hamba dosa (Rm. 6:17-22).
Jangan sampai kita mengaku sebagai hamba Allah tetapi tidak mau taat dan bayar
harga.
2.
Karena
semua orang percaya harus melayani Tuhan. Tanpa hati hamba, tidak mungkin kita
melayani Tuhan. Kita harus melayani Tuhan karena kita adalah propertiNya, kita
telah dibeli dengan lunas (1 Kor. 6:20, 7:23). Kita tidak punya hak lagi atas
diri kita. Dalam budaya Yunani Kuno, hamba/budak yang sudah dibeli tidak punya
hak atas dirinya. Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk Tuhan.
Allah kita adalah Allah yang baik, yang selalu memberikan yang terbaik untuk
kita.
Lakukanlah
segala sesuatu yang baik untuk kemuliaan Allah (1 Kor. 10:31). Tuhan mau kita
mempersembahkan seluruh hidup kita untuk Tuhan (Rm. 12:1). Jika kita melakukan
itu semua, maka kita akan menerima janji-janji Allah.
Memiliki
hati hamba dibutuhkan komitmen, tidak datang dengan tiba-tiba. Agar memiliki
hati hamba, kita harus sadar bahwa kita ini adalah hamba Tuhan (1 Kor. 4:1),
kita harus sadar akan karunia yang kita miliki, sadar akan tugas/bagian kita
(Rm. 12:4-8). Jika kita sudah sadar, maka kita harus mengerjakan karunia kita,
tugas/bagian kita. Menjadi hamba Tuhan harus dapat dipercaya (1 Kor. 4:2).
Kesimpulan:
Mari,
miliki hati hamba dan tunjukkan melalui sikap hidup kita yang taat akan
kehendak Allah, mengasihi Allah, setia dalam melayani Tuhan sesuai dengan
karunia yang kita miliki, melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Allah, dan
satu hal lagi, kita harus menjadi pribadi/hamba Tuhan yang dapat dipercaya.
^_^
Tuhan Yesus memberkati^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar