Jumat, 02 Desember 2016

HEART OF A SERVANT

Ringkasan Khotbah di Ibadah Puncak Perayaan HUT Pemuda Remaja GPdI Ekklesia Jember oleh Pdt. Doni Heryanto, M.Th.
1 KORINTUS 2:1-2
HEART OF A SERVANT
Apa yang dimaksud dengan hati hamba? Apa yang dimaksud dengan hamba?
-          Hati hamba adalah hati Yesus (Flp. 2:5-11), hati yang rendah, taat, mengasihi Bapa.
-          Hati hamba adalah hati yang mau melakukan kehendak Allah.
Menjadi pelayan Kristus adalah sesuatu yang “wow”, sesuatu yang keren dan hati hamba sangat diperkenan oleh Tuhan Yesus. Orang yang memiliki hati hamba akan dimahkotai kemuliaan. Tidak semua orang yang mengaku percaya kepada Yesus, memiliki hati hamba.
Mengapa kita harus memiliki hati hamba?
1.      Sebab semua kita orang percaya, pengikut Kristus adalah hamba Tuhan. Hamba Tuhan bukan hanya pendeta, pengerja, guru agama, mahasiswa/I theologi. Supaya pengakuan sebagai hamba Tuhan tidak sekedar menjadi pengakuan saja, maka kita harus membuktikan atau menunjukkannya melalui hati hamba yang sudah seharusnya kita miliki. Sebelum kita menjadi hamba Tuhan, kita adalah hamba dosa (Rm. 6:17-22). Jangan sampai kita mengaku sebagai hamba Allah tetapi tidak mau taat dan bayar harga.
2.      Karena semua orang percaya harus melayani Tuhan. Tanpa hati hamba, tidak mungkin kita melayani Tuhan. Kita harus melayani Tuhan karena kita adalah propertiNya, kita telah dibeli dengan lunas (1 Kor. 6:20, 7:23). Kita tidak punya hak lagi atas diri kita. Dalam budaya Yunani Kuno, hamba/budak yang sudah dibeli tidak punya hak atas dirinya. Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk Tuhan. Allah kita adalah Allah yang baik, yang selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Lakukanlah segala sesuatu yang baik untuk kemuliaan Allah (1 Kor. 10:31). Tuhan mau kita mempersembahkan seluruh hidup kita untuk Tuhan (Rm. 12:1). Jika kita melakukan itu semua, maka kita akan menerima janji-janji Allah.
Memiliki hati hamba dibutuhkan komitmen, tidak datang dengan tiba-tiba. Agar memiliki hati hamba, kita harus sadar bahwa kita ini adalah hamba Tuhan (1 Kor. 4:1), kita harus sadar akan karunia yang kita miliki, sadar akan tugas/bagian kita (Rm. 12:4-8). Jika kita sudah sadar, maka kita harus mengerjakan karunia kita, tugas/bagian kita. Menjadi hamba Tuhan harus dapat  dipercaya (1 Kor. 4:2).
Kesimpulan:
Mari, miliki hati hamba dan tunjukkan melalui sikap hidup kita yang taat akan kehendak Allah, mengasihi Allah, setia dalam melayani Tuhan sesuai dengan karunia yang kita miliki, melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Allah, dan satu hal lagi, kita harus menjadi pribadi/hamba Tuhan yang dapat dipercaya.

^_^ Tuhan Yesus memberkati^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar